Sumsel Merdeka

Guru SMAN 16 Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Rekan Kerjanya

Sumsel Merdeka – Palembang, Dunia pendidikan di Kota Palembang kembali tercoreng karena dugaan kasus penganiayaan guru di SMAN 16 Palembang. 

Seorang guru bernama Yuli Mirza melaporkan rekannya sendiri ke Polsek Sako usai mendapatkan perlakuan brutal dari rekan kerjanya berinisial S yang diduga melakukan penganiayaan di lingkungan sekolah pada, Rabu (15/10/2025).

Laporan korban tersebut terdaftar dengan nomor LP: STTLP/B/498/X/2025/SPKT/Polsek Sako/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel. Dalam laporan itu, Yuli mengaku menjadi korban penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP.

Peristiwa bermula ketika Yuli hendak menyerahkan berkas sertifikasi guru ke pihak sekolah. Operator sekolah disebut meminta dirinya menghadap kepala sekolah terlebih dahulu sebelum berkas diproses. Namun, Yuli menolak karena merasa sudah melaksanakan prosedur sebagaimana mestinya.

“Awalnya saya hanya mau menyerahkan berkas sertifikasi. Tapi operator meminta saya menghadap kepala sekolah, saya tolak karena merasa sudah sesuai prosedur. Dari situ kami adu mulut,” ungkap Yuli, Jumat (17/10/2025).

Di tengah terjadinya perdebatan, diduga karena kesal pelaku S datang dan langsung melontarkan makian sebelum kemudian menyerang korban.

“S langsung menampar saya dua kali, mendorong, lalu membenturkan kepala saya ke dinding tiga kali,” tuturnya.

Akibatnya Yuli mengalami luka lecet di pipi kanan, memar di kepala belakang, nyeri di telinga kiri, serta luka di jari tengah tangan kiri. Ia juga mengaku sempat dicekik dan telah melengkapi laporannya dengan hasil visum.

Menurut Yuli, konflik ini diduga bukan sekadar soal berkas sertifikasi, melainkan buntut dari persoalan lama di lingkungan sekolah.

“Saya tahu ini bukan hal sepele. Saya dan beberapa guru sempat dituduh melapor ke Inspektorat dan KPK, padahal laporan itu dari masyarakat. Sejak itu saya merasa tidak disukai,” katanya.

Seorang guru yang enggan disebut namanya membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 11.05 WIB di ruang operator sekolah.

“Ibu Yuli saat itu menyerahkan berkas ke operator bernama Yudha. Tiba-tiba datang S dan langsung memukul Bu Yuli dua kali hingga kepala korban terbentur pintu,” ujarnya.

Melihat korban berdarah dan kesakitan, saksi tersebut segera membawa Yuli ke Polsek Sako untuk membuat laporan dan melakukan visum.

“Kami sangat menyayangkan insiden ini. Kekerasan di sekolah, apalagi terhadap guru senior yang sudah puluhan tahun mengabdi, tidak boleh dibiarkan,” tegasnya. (Eky/Ril*)

Scroll to Top