Sumselmerdeka.com-Palembang, Peringatan dini potensi curah hujan tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel) sudah dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Palembang.
Hal ini karena adanya potensi bencana hidrometeorologi di Sumsel yang meningkat dampak dari badai La Nina dan puncak musim hujan akhir tahun. Secara khusus berisikan peringatan dini potensi hujan tinggi bakal terjadi khususnya di sembilan kabupaten/kota.
“Kondisi tersebut secara umum dapat memicu peningkatan curah hujan sekitar 20-40 persen dari rata-ratanya. La Nina juga memicu peningkatan jumlah hari hujan ekstrem dengan intensitas lebih dari 50 mm per hari. Puncak musim hujan diprediksi berkisar pada Januari – Februari 2022,”Ujar Kepala BMKG Kelas I Palembang Wan Dayantolis saat dinkonfirmasi,Jumat (10/12/2021).
Untuk di ketahui, Sembilan Kabupaten dan kota itu adalah Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan dan Kota Pagaralam.
“Khususnya sembilan daerah itu diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat dan Pemerintah setempat mesti proaktif dan responsif,” ujar Wan Dayantolis
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan kondisi geografis Sumsel memang punya potensi banjir dan tanah longsor cukup tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi banjir dan longsor karena saat ini intensitas hujan menunjukkan peningkatan, masyarakat di wilayah perbukitan perlu mewaspadai kelabilan tanah dan warga di sekitar sungai harus mewaspadai luapan air,” katanya.(Iqbal)




