Sumsel Merdeka

Capaian Vaksinasi Sumsel Peringkat 25 Nasional

Sumselmerdeka.com-Palembang, Dari Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) Capaian Vaksinasi Sumsel sudah di anggka 62 persen, namun Pemerintah Pemprov Sumsel Optimis Pada awal tahun 2022 nanti Sudah menginjak anggka 70 Persen.

Hal ini di katakan Deru saat kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam Rangka Percepatan Vaksinasi dan Persiapan Nataru, di Hotel Aryaduta, Senin (13/12/2021).

“Indonesia sendiri masuk lima besar dunia capaian vaksinasi, nah kita (Sumsel) ada di peringkat 25 per seluruh Indonesia. Artinya ini masih kurang speed. Untuk bisa merealisasikan ini kita harus lepas kopling tekan gas agar target vaksin 70 persen tercapai,”Ujar Deru.

Lebih lanjut, Deru juga mengatakan walaupun pada saat ini kasus Covid-19 melandai Di Sumsel, Pemda akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk melaksanakan Vaksinasi berupaya untuk mencapai Herd Immunity.

“Apalagi sekarang ada info munculnya varian baru yang deras penyebarannya, ini menjadi penting bagi kita untuk tetap vaksin. Paling tidak untuk mencegah kematian, jangan terlena dengan penurunan kasus lantas membuat kita tidak awas,” tegasnya lagi.

Deru juga mengingatkan kepada masyarakat jika sudah melaksanakan Vaksinasi dosis pertama jangan mengabaikan Vaksinasi Dosis dua.

“Setelah selesai vaksin pertama, vaksin kedua jangan diabaikan. Jangan hanya mengejar minimalnya saja, meski kita tahu kalau sudah divaksin satu antibodi akan terbentuk,” ucapnya.

Ia juga turut menyadari, sulitnya capaian vaksinasi bukan hanya terjadi akibat minimnya antusias bersama akan tetapi akses fasilitas kesehatan setempat yang menjadi kendala.

“Kadang-kadang memang masih ada kendala yang untuk mencapai faskesnya. Ini yang harus di cari solusi, untuk itu bagi yang memang butuh bantuan karena kondisi alam atau kendala lainnya silakan sampaikan,” pintanya kepada seluruh sektoral kabupaten/kota di Sumsel yang hadir.

Mengingat pula, bahwa selama ini kasus meninggal dunia akibat Covid menyerang masyarakat yang belum melakukan vaksinasi.

“Jadi kalau ada kasus meninggal maka itu adalah warning, rata-rata yang meninggal belum vaksin. Dan disini tujuan kita adalah memaksimalkan vaksin yang tepat sasaran,” Pungkasnya.(Iqbal)

Scroll to Top