Sumsel Merdeka

BPS Sumsel Gencarkan Desa Cantik (Cinta Statistik)

Sumselmerdeka.com-Palembang, Tantangan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahunnya selalu berubah. Mengikuti perkembangan zaman dan kebijakan yang dibuat. Berbagai tantangan yang ada harus direspon dengan sikap perubahan dan inovasi, Hal itu disampaikan Kepala BPS, Margo Yuwono saat di konfirmasi awak media, Kamis (17/03/2022)

“Apa yang kita kerjakan hari ini akan menentukan masa depan kita. Ini yang sering saya sampaikan dalam beberapa kesempatan, termasuk dalam rapat pimpinan,” ujar Margo.

Lebih lanjut, perubahan adalah kepastian. Untuk itu, harus adaptasi agar bisa mengikuti perkembangan. “Jika tak menjawab perubahan kita akan tertinggal. Jadi, apapun tantangan ke depan harus dihadapi,” ungkapnya.

Menghadapi tantangan, sambungnya, merupakan kewajiban bagi seluruh pegawai BPS.

“Jangan mendiskusikan tantangan, kalau diketahui ada perubahan karena regulasi, itu yang bukan kita takutkan sebab itu pasti tejadi. Tapi, bagaimana kita merespon sikap perubahan-perubahan kita dengan inovasi,” bebernya.

Ia menambahkan, Desa Cantik (cinta statistik) terus digalakkan agar bisa lebih mandiri membangun desanya melalui literasi statistik yang baik.

“Sehingga data yang dimiliki desa bisa dimanfaatkan untuk membangun, kan pembangunan terbaik harus melalui data. Kita lakukan pembinaan tingkat desa sehingga aparat punya literasi statistik bagus dan bisa merancang pembangunan dengan tepat,” katanya.

Untuk di ketahui tahun lalu, sudah ada 300 desa. Hingga saat ini, di sumsel sudah ada 15 desa Cantik.

“Kemarin kita pilih 10 desa terbaik yang kita anggap berhasil, diantaranya ada dari Sumsel,” tambahnya.

Menurutnya, dengan desa memiliki statistik, akan bisa dimanfaatkan untuk penerimaam bantuan dari pemerintah.

“Harapannya seluruh desa bisa kita latih, mulai dari pembangunan, penerimaan bantuan, potensi yang dimiliki, SDM-nya dan lainnya. Jadi, desa bisa memetakan potensi yang dimiliki, misal produksi, pasar, harga dan akses lainnya,” ungkapnya.

Untuk bisa menerapkam desa Cantik, katanya, bertahap dilakukan pada desa yang mau dan butuh terkait literasi statistik.

“Agak susah untuk target, tapi setahun kita targetkan bisa 450 per tahun. Tergantung juga komitmen kepala daerah, di Sumsel, inginnya seluruh desa memiliki desa Cantik,” tukasnya.

Sementara itu Zulkipli, Kepala BPS Sumsel menambahkan, saat ini ada 15 desa Cantik, dua diantaranya pernah mendapat apresiasi. Desa di Pagar Alam masuk 10 besar nasional dan 15 besar terbaik desa dari Empat Lawang.

“Ini akan jadi role modelnya, karena Pak Gubernur inginnya semua desa menerapkan Cantik. Fungsinya banyak, karena bisa ketahui berbagai data. Termasuk program bisa dibangun, seperti penurunan angka stunting, penurunan kemiskinan dan lainnya,” tambahnya.

Pihaknya, saat ini masih menunggu surat edaran (SE) terkait penerapan desa Cantik tersebut dari Bupati/Walikota. (Ibl)

Scroll to Top