Sumsel Merdeka

Belum Lama Dibangun Bronjong Tungkal Alami Pergeseran, Rawan Amblas

Sumselmerdeka.com – Muara Enim, Baru selesai dibangun Bronjong penahan tanah longsor di perumahan Griya Azzury kelurahan Tungkal diduga mengalami kerusakan, susunan batu bronjong bergeser mengarah ke sungai. Bronjong ini merupakan bangunan lanjutan dari tahun sebelumnya disepanjang daerah aliran sungai Enim di RT.01 RW.01 Kelurahan Tungkal Kecamatan Muara Enim.

Tumpukan batu brojong ini berfungsi sebagai penahan tanah longsor karena mengingat pemukiman warga sudah sangat dekat dengan bibir aliran sungai.

Pantauan di lokasi, Selasa (07/02/2023) bronjong mengalami pergeseran sekitar 20 centimeter mengarah ke aliran sungai, sehingga ada lubang antara tumpukan batu dengan tanah aslinya. Jika lama dibiarkan dan tidak dilakukan perbaikan maka bronjong ini bisa amblas dan hilang terseret arus sungai. Padahal bangunan bronjong ini baru selesai diserahterimakan pada akhir tahun 2022 lalu.

Dari papan informasi proyek, diketahui pemborong pembangunan ini adalah CV. Hijrah Muara Enim dengan nilai proyek Rp 484.200.000 dan masa pekerjaan selama 45 hari kalender.

Awak media juga menghubungi pihak pemborong bangunan dan juga pengawas pembangunan untuk mengkonfirmasi terkait temuan kerusakan bronjong ini.

Dari pihak pemborong berjanji akan melakukan pengecekan telebih dahulu dimana dan apa penyebab dari kerusakan ini. “Yo, trim, gek di cek dulu memang tanah disitu tanah endapan lumpur” ujar pemborong melalui pesan whatapps.

Pihak pengawas dari dinas PUPR mengatakan berjanji akan melakukan perbaikan terhadap kerusakan ini setelah air sungai surut, sehingga lebih memudahkan pekerjaan. “Nanti akan diperbaiki setelah air sungai surut” ujar Dani dari dinas PUPR melalui telpon selularnya.

Sementara itu ketua ormas Badar Muara Enim yang berada dilokasi membenarkan bahwa pembangunan bronjong penahan tanah longsor ini baru selesai dibangun dan kini sudah mengalami kerusakan.

Menurutnya Badar sedari awal mendukung dan mengawasi pembangunan bronjong ini agar bisa dilakukan dengan baik dan benar.
“Dari bulan lalu kami menemukan indikasi bahwa batu bronjong ini mengalami pergeseran, dan berpotensi bisa amblas ambruk terbawa arus sungai. Kami berharap pihak kontraktor segera melakukan perbaikan terhadap bronjong ini karena seharusnya ini masih dalam masa perawatan.

Kami juga akan melaporkan kerusakan ini kepada dinas PUPR sebagai pengawas pembangunan ini. Ujar Ardo Naidi, ketua ormas Badar.
“Kami juga menemukan perbedaan ketebalan besi pancang bronjong, ada ketebalan 6 mm dan ada ketebalan cuma 2 mm. Harapan kami sebagai masyarakat agar bronjong ini segera diperbaiki, jangan sampai sudah longsor parah” Tegas pemuda yang juga pengurus KAHMI Muara Enim ini. (AN)

Scroll to Top