Sumsel Merdeka

Antisipasi Panic Buying Mini Market Batasi Pembelian Minyak Goreng Kepada Masyarakat

Sumselmerdeka.com-Palembang, Guna mengantisipasi panic buying yang dilakukan masyarakat pasca pemberlakuan satu harga komoditi minyak goreng, sejumlah mini market melakukan pembatasan pembelian bagi konsumen yang berdatangan.

Asisten Kepala Toko Alfamart Rawa Jaya, Dani Putra mengatakan bahwa dalam satu hari ini stok minyak goreng yang mereka miliki hampir menipis, hal ini berbeda saat harga minyak goreng masih tinggi.

“hampir rata-rata pembeli yang datang hari ini banyak yang membeli minyak goreng. Sehingga kita membatasi jumlah pembelian mereka, yakni satu orang satu struk. Atau satu orang hanya boleh membeli maksimal 1 pack kemasan 2 liter dan maksimal 2 pack kemasan 1 liter” katanya saat di konfirmasi awak media. Kamis (20/01/2022).

Dalam satu hari Alfamart Rawa Jaya ini sudah menghabiskan sebanyak 3 karton atau 36 pack minyak goreng kemasan 1 liter sedangkan untuk kemasan 2 liter sudah habis sebanyak 4 karton.

“Diantara stok yang ada yang paling banyak diminati kemasan 2 liter karena merknya bervariatif dan yang paling sedikit peminatnya yang kemasan botol,” tambahnya.

Dia menyebut bahwa dalam setiap harinya akan ada penambahan stok, sehingga tidak begitu khawatir kehabisan pasokan minyak di tempatnya bekerja itu.

Hal serupa juga terjadi di Indomaret Jendral Sudirman 4 yang mengalami peningkatan jumlah pembeli minyak goreng, bahkan dari pantauan yang dilakukan saat ini stok minyak goreng sudah habis.

“Stok minyak kita di gudang masih ada sekitar 2 kardus lagi dan masih belum tahu kapan akan distok. ini saja yang di rak sudah habis, karena konsumen kami banyak yang rebutan tadi,” kata salah satu kasir, Cindi Maria.

Mengantispasi kekosongan stok, pihaknya juga memberlakukan pembatasan pembelian bagi konsumen yakni satu orang hanya diperbolehkan membeli minimal 2 kemasan minyak goreng baik ukuran 2 liter ataupun 1 liter.

“Iya, kita lakukan hal ini supaya konsumen lain kebagian dan stok tidak cepat habis,” lanjutnya.

Meski demikian dia mengaku tetap saja ada pembeli yang mengakalinya dengan mengajak sanak keluarga untuk mengantri, jadi bisa dipastikan ada pembeli yang masih satu keluarga atau satu rumah tapi beli dalam jumlah banyak. (Ibl)

Scroll to Top