Sumsel Merdeka

Siswa Dan Guru Tidak Lagi Terkotak Kotak Antara IPA,IPS, Dan Bahasa

Sumselmerdeka.com-Palembang, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) mengenai kabar peniadaan kelompok IPA, IPS dan Bahasa bagi kelas 11 dan 12 SMA yang direncanakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Kalau ditanya apakah Sumsel siap, maka jawabannya iya. selagi itu melalui kajian tadi, komprehensif. Namun, sekarang untuk aturan itu kita memang belum dapat edarannya, untuk semua daerah,”kata Kapala Dinas Pendidikan Riza Pahlevi saat di konfirmasi, Senin (03/01/2021).

Dirinya turut menilai bahwa nantinya dengan kebijakan baru ini maka siswa akan lebih merasakan kemerdekaan belajar secara nyata, tidak seperti yang ada sekarang. Dimana siswa lebih sering mendapatkan intervensi dari orangtua untuk mengejar jurusan IPA yang dinilai dapat jadi tumpuan keberlanjutan pendidikan yang lebih baik.

“Dengan ini persoalan merdeka belajar akan semakin jelas fungsinya. Karena setiap anak itu punya hak untuk memilih minat sesuai dengan bakat dan talenta yang dia punya, tidak terkotak-kotak,” jelasnya.

Perlu untuk dipahami pula, bahwa yang dihapuskan oleh Kemendikbudristek bukanlah pada jurusannya melainkan peniadaan kelompok-kelompok belajar antara IPA, IPS dan Bahasa lebih terkotak-kotak.

“Bukan jurusannya yang dihapus, tapi siswa disini akan lebih bebas memilih mata pelajaran apa yang bisa mereka ambil. Jadi siswa kelas 11 dan 12 bisa meramu sendiri mata pelajaran apa yang akan mereka ambil pada tiap semester,” tambahnya.

Selain pada tingkatan SMA, saat ini SMK juga telah turut mengalami perkembangan dalam hal kurikulum, sehingga serapan kerja yang terhitung bisa sampai diatas 50 persen.

“Perbandingan antara minat SMA dan SMK sekarang sudah sama, yakni 50 persen 50 persen,” tutupnya.

Semua bisa menerima, setuju saja apalagi ini sudah melalui kajian akademik yang komprehensif. kalau masalah penerapannya akan mudah saja, tinggal kita lakukan survey dan sosialisasi. Guru juga tidak akan terkotak-kotak, antara IPA dan IPS. tinggal nanti membantu anak untuk membantu mengembangkan talentanya.

Sedangkan untuk minat siswa saat ini antara SMA dan SMK sama, 50 persen 50 persen. seimbang.(Ibl)

Scroll to Top