Sumsel Merdeka

Pemanggilan Rektorat Unsri Terhadap Mahasiswi Korban Pelecehan Harus Dilakukan Terbuka

Sumselmerdeka.com-Palembang, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli meminta Rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk hadir di Gedung DPRD Sumsel terkait dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi di kampus Unsri.

“Kami menjadwalkan pada Senin (06/12/2021) nanti pihak rekrorat Unsri untuk hadir di DPRD Sumsel terkait masalah pelecehan terhadap Mahasiswi Unsri,”Kata Syaiful saat di konfirmasi, Sabtu (04/12/2021).

Lebih lanjut, Syaiful juga mengatakan dirinya sangat prihatin terhadap Pendidikan yang ada di Sumsel karena ada Oknum Oknum dosen tersebut.

“Sangat miris dan memprihatinkan, harusnya di dunia pendidikan khusunya di Sumsel, hal tersebut tidak harus terjadi,” beber Syaiful.

Berupaya untuk tidak akan menjadikan tradisi pelecehan seksual di kampus Unsri, pihaknya juga akan siap memberikan bantuan advokasi agar hal tersebut tidak terulang lagi, dan siap memberikan bantuan perlindungan untuk menghilangkan rasa trauma yang terjadi pada korban pelecehan seksual.

“Kami ingin mengembalikan marwah UNSRI, jangan sampai ada oknum yang dapat merusak nama kampus,” tegasnya.

Terkait dengan adanya surat yang dilayangkan pihak rektorat UNSRI untuk memanggil korban secara intens, Syaiful menyatakan telah menghubungi pihak rektorat Jumat malam tadi, bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan. Dijelaskannya, korban harus tetap di lindungi dan terus dikawal.

“Semalam sudah di konfirmasi, hal tersebut sudah di ralat oleh rektorat, dan pertemuan tersebut tidak boleh tertutup,” cetusnya.

Ia juga mengatakan, Komisi V DPRD mendesak rektorat untuk memberikan sanksi yang tegas kepada oknum dosen pelaku terduga yang melakukan pelecehan seksual segera di pecat.

“Harus dipecat, dan kami minta agar di hukum sesuai dengan undang undang yang berlaku,” tandasnya.(Iqbal)

Scroll to Top