Sumsel Merdeka

Papan Nama Proyek Tidak Sesuai Diduga Adanya Manipulasi Dan Pembohongan Publik Pada Proyek Pengaspalan Jalan Cempaka Dalam Kelurahan 26 Ilir

Sumsel Merdeka – Palembang,  Pengerjaan Proyek Pengaspalan Jalan Cempaka Dalam Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil ibarat sinetron kejar tayang. 

Pasalnya proyek pengaspalan yang diduga sepanjang 509 meter dengan harga borongan Rp. 794.705.854 dikerjakan hanya dalam hitungan jam dan dikerjakan asal-asalan.

Papan nama proyek pun yang terpasang diduga salah karena di papan proyek tertulis Pemeliharaan Jalan P. Subekti Cempaka Kuning Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil dengan nilai kontrak Rp. 396.776.000 yang dikerjakan oleh CV. Raja Concrete Nusantara, proyek tersebut tertulis Dinas PUPR Bidang Bina Marga Kota Palembang.

Tentu saja papan nama proyek yang terpasang mengundang tanda tanya masyarakat sekitar, kenapa papan nama tersebut tertulis Kelurahan 24 Ilir namun terpasang di Kelurahan 26 Ilir, dan hal seperti ini bisa diduga adanya pembohongan publik.

Salah satu penggiat Anti Korupsi Ketua LSM Bonkkar Celem mengatakan hal seperti ini bisa dikategorikan pembohongan publik karena papan nama tidak sesuai dengan proyek yang dikerjakan.

“Tentu saja ini pembohongan publik dan dugaan saya didalam pengerjaan proyek pengaspalan jalan Cempaka dalam kelurahan 26 Ilir terdapat manipulasi papan nama dan juga bisa diduga adanya praktek korupsi, ” ucap Celem kepada awak media, Rabu (23/10/2024).

Lebih lanjut, Celem melihat pada hasil LPSE Kota Palembang harga borongan untuk Proyek Pengaspalan Jalan Cempaka Dalam Kelurahan 26 Ilir senilai Rp. 794.705.854 namun Papan Nama yang terpasang bukan wilayah Kelurahan 26 ilir tapi Kelurahan 24 Ilir dan harga borongan pun Rp. 396.776.000 sangat jauh selisihnya.

“Kenapa ini bisa terjadi tentu karena lemahnya pengawasan pihak Dinas PUPR Bidang Bina Marga Kota Palembang khususnya PPK untuk wilayah Kecamatan Bukit Kecil, dan jika terdapat adanya dugaan korupsi yang dapat merugikan negara dalam proyek tersebut maka saya selaku ketua LSM Bonkkar akan melaporkan ke APH, ” ujarnya dengan nada geram.

Ia menambahkan bahwa dalam proyek pengaspalan Jalan Cempaka Dalam diduga pengerjaannya sangat amburadul, tipis, dan sangat tidak rapi dan saya menduga proyek pengaspalan itu tidak sesuai dengan RAB yang ada.

“Sangat terlihat sekali kalau proyek pengaspalan Jalan Cempaka Dalam ini dikerjakan asal – asalan, terlihat sekali tidak rapi, tidak rata, dan tipis, ” pungkasnya. (Eky)

Scroll to Top