Sumsel Merdeka

Festival Literasi Tahun 2022 Resmi Ditutup Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya

Sumselmerdeka.com – Palembang, Penutupan Festival literasi 2022 di tutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Mawardi Yahya, di Dinning Hall Jakabaring Sport City Palembang, Senin (07/11/2022).

Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya mengatakan, festival literasi ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif. Hal ini diperuntukan supaya generasi kedepan berlomba untuk belajar dan berlomba membaca.

“Inilah menjadi suatu tantangan kita tidak hanya di perpustakaan saja di youtube dan di Google pun bisa untuk belajar,” ucapnya.

Mawardi menuturkan, akan tetapi yang menjadi persoalan saat ini yakni anak-anak di masa sekarang ini bukan untuk membaca ilmu kebaikan dan ilmu kemajuan terkadang salah manfaat.

“Untuk itulah melalui festival literasi ini saya berharap kepada anak-anak dimasa ini agar belajar dengan ilmu yang positif, serta membaca yang positif baik di perpustakaan, google, dan di youtube pun harus benar-benar di baca hal-hal yang positif saja,” ujarnya.

Lanjut Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Sumsel Fitriana mengatakan, pada dasarnya minat baca masyarakat di Sumsel ini masih sangat tinggi. Hanya saja ketersediaan sarana dan prasarana itu yang kurang.

“Inilah yang kita dorong melalui festival literasi ini salah satu upaya yang kita dorong melalui pemerintah kabupaten/kota. Melalui penyediaan pojok baca program prioritas Gubernur Sumsel di desa dan kelurahan yang ada di Sumsel,” tuturnya.

Fitriana menuturkan, untuk itulah dirinya berharap bisa di replikasi oleh pemerintah kabupaten/kota. Sehingga minat baca masyarakat itu akan semakin meningkat.

“Untuk indeks literasi kita yang ada di Sumsel saat ini berada di angka 14,57 tahun 2021, sedangkan untuk ditahun 2022 sedang dilakukan kajian oleh perpustakaan Nasional,” terangnya.

Dia menjelaskan, untuk literasi digital sendiri untuk di Sumsel “kita merespon dari pada kebutuhan masyarakat ini era digital, artinya tidak hanya konvensional yang di sediakan tetapi juga perpustakaan digital,” katanya.

Di perpustakaan Sumsel sendiri ada yang namanya program diary Sumsel (Digital Library). Dikabupaten lainnya juga ada salah satunya Kabupaten Empat lawang, Lubuk Linggau, Musi Rawas, dan kabupaten-kabupaten lainnya juga ada perpustakaan berbasis digital.

“Artinya kami dari sisi pemerintah Provinsi Kabupaten/Kota terus berusaha merespon daripada kebutuhan masyarakat,”tutupnya. (Akip)

Scroll to Top