Sumsel Merdeka – Jakarta, Tokoh gerakan masyarakat, Mohammad Jumhur Hidayat, meraih penghargaan detikSumatera Awards 2026, Minggu (30/06/2026).
Komitmen menjaga kelestarian ekosistem Sumatera menjadi apresiasi atas kontribusi aktif dan konsistensinya mendorong pemulihan lingkungan, termasuk pengawalan aksi penyelamatan ekosistem mangrove di Indragiri Hilir (Inhil), Riau.
Inisiatif di Inhil tersebut memperpanjang catatan aksinya dalam memperjuangkan pemulihan ekosistem Sumatera. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kemampuannya merangkul berbagai pemangku kepentingan untuk bergerak bersama menjaga daya dukung lingkungan.
Dilansir laman Kementerian Lingkungan Hidup, kiprah Jumhur di sektor lingkungan bukanlah hal baru. Ia mengawali karir sebagai aktivis pergerakan dan pemberdayaan rakyat, bahkan sempat memperjuangkan nasib para buruh dan pekerja.
Pria kelahiran Bandung, 18 Februari 1968 ini, sudah dikenal sejak berkuliah di Institut Teknologi Bandung. Ia pernah memprakarsai dan memimpin sejumlah demonstrasi mahasiswa yang menentang rezim Orde Baru dan membela kelompok masyarakat kecil.
Tindakan tersebut membuatnya harus mendekam di penjara sebagai tahanan politik pada periode 1989-1992. Setelah reformasi, Jumhur melanjutkan jejak karirnya di dunia politik dan pergerakan buruh.
Ia melanjutkan perjuangan dengan bergabung di berbagai lembaga yang fokus pada pemberdayaan usaha mikro dan kecil. Tak hanya memiliki jiwa sosial dan kepedulian, Jumhur juga mengedepankan akademiknya.
Jumhur melanjutkan studi Teknik Fisika di Universitas Nasional pada tahun 2013 dan kemudian berhasil menyelesaikan gelar Magister Sosiologi di Universitas Indonesia. Ia juga pernah berkontribusi dalam aksi solidaritas internasional di depan Kedutaan Besar Myanmar untuk memprotes perlakuan rezim militer terhadap aktivis mahasiswa yang melarikan diri ke Thailand.
Berkat komitmen yang gigih dalam hal menyuarakan hak-hak masyarakat kecil, Jumhur diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI-sekarang BP2M) pada tahun 2007.
Salah satu tugas utamanya yakni memberantas perdagangan manusia. Untuk itu, ia mengikuti beberapa pelatihan di dalam dan luar negeri agar dapat menjalankan amanah dengan maksimal. Jabatan tersebut berakhir pada tahun 2014.
Kiprahnya berlanjut sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pada tahun 2022 hingga 2027. Latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mumpuni menjadi modal penting dalam mendorong transformasi kebijakan lingkungan yang adaptif, responsif, dan berbasis data.
Hal itu pula yang membuatnya dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengemban amanah sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) per 27 April 2026.
Dalam mengemban amanah barunya, Jumhur fokus pada pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, penanganan sampah terpadu, penguatan ekonomi sirkular, serta percepatan mitigasi perubahan iklim.
Penghargaan detikSumatera Awards 2026 ini mempertegas optimisme bahwa di bawah kepemimpinannya, KLH tak sekadar responsif terhadap isu ekologis, tetapi juga proaktif menggerakkan partisipasi publik menuju Indonesia yang hijau dan berkelanjutan. (Adm/Ril*)
No tags for this post.




